Aceh Gelar Festival Ramadan di Tengah Peningkatan Permasalahan Covid- 19

Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Aceh menggelar festival ramadan yang dipusatkan di Halaman Budaya Aceh di Banda Aceh sepanjang sepekan ke depan. Aktivitas ini diselenggarakan dikala permasalahan Covid- 19 di tanah rencong lagi bertambah.

Dari informasi yang dikumpulkan CNNIndonesia. com, permasalahan terkonfirmasi positif covid di Aceh sepanjang 13 hari Ramadhan 1442 terhitung telah 543 orang yang positif, melonjak ekstrem dari permasalahan setiap hari saat sebelum merambah bulan ramadan. Minggu kemudian, Kamis( 22/ 4), akumulasi permasalahan baru terkonfirmasi positif COVID- 19 sebanyak 87 orang di Aceh, bertambah dari hari tadinya yang meningkat 64 permasalahan.

Pantauan CNNIndonesia. com di Aceh Festival Ramadhan 2021, di pintu masuk aktivitas festival ini telah sediakan portable tempat mencuci tangan serta perlengkapan pengukur temperatur badan portal berita .

Setelah itu tiap meja wisatawan diberi handsanitizer serta satgas covid Kota Banda Aceh pula ditempatkan buat menegur tiap kerumunan yang memadati tiap bazar di aktivitas tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Aceh, Jamaluddin berkata, Aceh Festival Ramadhan 2021 tidak hanya mempromosikan Aceh paling utama di bulan Ramadhan sekalian membagikan bimbingan CHSE( Cleanliness, Health, Safety& Inviroment Sustainable) penyelenggaran event di masa pandemi covid.

” Wisatawan cuma dibatasi sebanyak 250 orang yang hendak diberikan bed spesial dikala masuk ke arena Festival Ramadhan 2021 serta wajib mematuhi protokol kesehatan covid yang ketat serta dalam pengawasan panitia dan petugas keamanan,” kata Jamaluddin usai membuka aktivitas tersebut, Senin( 26/ 4).

Aktivitas ini, kata ia diharap sanggup memotivasi warga buat membangkitkan kembali perekonomian di tengah pandemic covid lewat pola menyesuaikan diri, kerja sama serta inovasi.

Festival ini memperkenalkan aktivitas ramadan bazar, creative workshop, kompetisi dai serta hafiz cilik dan bermacam- macam aktivitas religi yang lain.” Aktivitas ini sangat mempraktikkan protokol kesehatan covid yang ketat,” kata ia.

Di tempat terpisah, Gubernur Aceh Nova Iriansyah pula menyadari kalau permasalahan terkonfirmasi positif covid di Aceh kembali bertambah. Sehingga perlu upaya bersama buat memutus mata rantai penularan virus corona.

” Sekali lagi aku ingatkan, tidak terdapat yang dapat kita jalani tanpa terdapatnya kesehatan. Sense of crisis kita sepanjang ini telah turun, sebab itu aku memohon digalakkan kembali,” ucap Nova dikala berikan arahan dalam apel pejabat struktural eselon II, III, serta IV yang diselenggarakan secara virtual serta langsung dari Gedung Serbaguna Setda Aceh.

Baca Juga : Peluang Usaha Yang wajar

Nova bilang ASN ialah perpanjangan tangan pemerintah di dalam warga, sehingga sangat tidak baik bila turut melaksanakan kegiatan- kegiatan yang bisa merangsang penularan Covid- 19, semacam berkerumun serta tidak mengenakan masker.

” Sekecil apapun aktivitas yang kita lakukan wajib menampakkan sense of crisis terhadap Covid. Buka mata serta kuping, amati pemberitaan tentang Covid yang terus hadapi kenaikan,” tegas Nova.

Leave a Reply